POLUSI udara di Ibu Kota yang masih belum mereda menyita banyak perhatian masyarakat. Tak sedikit masyarakat yang terkena dampak akibat polusi udara. Salah satunya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Menurut Ketua Komite Penanggulangan Penyakit Pernapasan dan Dampak Polusi Udara, Prof Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR menjelaskan berdasarkan survey yang didapat dari Bappenas 2022, peningkatan kasus ISPA dan Pneumonia di DKI Jakarta terjadi peningkatan selama hampir 10 tahun.
Bahkan menurutnya penyakit penapasan masuk kedalam 10 penyakit terbanyak di Indonesia. Di mana polusi udara menjadi faktor risiko kelima tertinggi di Indonesia, setelah hipertensi, gula darah, merokok, dan obesitas.
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat untuk dapat menerapkan 6M dan 1S, sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Hasil data surveilans dalam enam bulan teakhir pada pelaporan ISPA di Puskesmas ataupun Rumah Sakit di wilayah DKI Jakarta mencapai 100 ribu kasus per bulan. Untuk mengatasi persoalan ini maka Kemenkes mengajak masyarakat menerapkan 6M 1S,” ucap Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, selaku Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dikutip dalam keterangan resmi Kemenkes, Rabu (30/8/2023).
Adapun langkah pencegahan 6M dan 1S yang dimaksudkan adalah :