Operasi transpalasi rahim ini sangat emosional
Operasi transpalasi rahim ini tidak mudah. Hingga akhirnya membuat para dokter dan perawat yang turut dalam operasi ini merasa emosional setelah operasi dinyatakan berhasil.
“Orang-orang mengatakan kita harus merasa bangga. Sebenarnya, kami merasa lega. Saya merasa emosional tentang itu semua. Konsultasi pertama dengan penerima post-op, kami semua hampir menangis,” kata Prof Smith.
Operasi pengangkatan rahim pada kakak perempuan memakan waktu delapan jam 12 menit dan melibatkan lebih dari 30 staf. Ahli bedah meninggalkan ovariumnya sehingga dia tidak menghadapi menopause dini.
Satu jam sebelum rahim diekstraksi, ahli bedah mulai mengoperasi saudara perempuannya yang lebih muda dan memakan waktu sembilan jam 20 menit.
Operasi ini membuat pendonor kehilangan darah yang lebih tinggi dari perkiraan, yakni sebanyak dua liter. Tetapi selama 10 hari dirinya berhasil untuk memulihkan diri dan bisa meninggalkan rumah sakit. Pendonor juga mengalami menstruasi yang teratur, yang menunjukkan rahim bekerja dengan baik.
Sementara adik perempuannya yang menerima pendonoran rahim langsung pulang setelah lima hari perawatan dan telah pulih dengan baik.
(Leonardus Selwyn)