TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri atau kuman. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Biasanya penyakit ini ditandai dengan gejala batuk. Namun terkadang orang mengira bahwa batuk TBC adalah batuk biasa dan bisa sembuh dengan sendirinya. Hal itu membuat banyak pasien TBC yang terlambat menyadari dirinya terkena TBC hingga sudah memasuki fase kronis.
Nah untuk itu, Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) menjelaskan tentang perbedaan batuk karena TBC dan influenza. Menurut dr Erlina salah satu hal yang bisa dilihat adalah dari durasi batuk dan dahaknya.
"Batuk tuberkulosis terjadi berulang-ulang dan lama. Biasanya lebih dari 2 minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun," tulis dr Erlina dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya @erlinaburhan, Selasa (11/8/2023).
BACA JUGA:
Dokter Erlina menambahkan batuk tuberkulosis biasanya juga disertai dengan dahak berwarna putih kental. Namun bisa disertai dengan bercak darah apabila semakin parah.
"Terkadang jika ada infeksi kuman lainnya, maka warna dahaknya bisa kehijauan, kekuningan, atau seperti berkarat," tambahnya.
"Batuknya bisa juga mengeluarkan darah yang banyak (batuk darah masif), kalau tidak segera mendapatkan pengobatan," sambungnya
Sementara itu, batuk karena influenza atau flu itu biasanya dahaknya encer dan tidak berwarna. Hal itu karena disebabkan karena paparan virus.
(Dyah Ratna Meta Novia)