"Temuan kami, jika dikonfirmasi, dapat membuka jalan menuju strategi kesehatan masyarakat untuk mengurangi risiko penyakit hati berdasarkan data dari kohort besar dan beragam secara geografis,” tuturnya.
Para penulis mencatat bahwa penelitian ini bersifat observasional, dan kausalitas tidak dapat disimpulkan, dan mengandalkan tanggapan yang dilaporkan sendiri tentang asupan, kandungan gula, dan hasil.
Studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi hubungan risiko ini dan menentukan mengapa minuman manis tampaknya meningkatkan risiko kanker dan penyakit hati.
(Leonardus Selwyn)