ANAK-anak menjadi salah satu golongan yang rentan terhadap paparan polusi udara. Bahkan tak sedikit dari mereka yang terdampak akibat kejadian tersebut.
Menurut dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Erlina Burhan, hal ini dikarenakan bagian paru-paru anak masih berkembang.
Hal ini lah yang membuat anak-anak cenderung bernapas lebih cepat dan bisa menghirup udara berpolusi lebih banyak.
“Kenapa anak-anak lebih berisiko terhadap polusi udara? Karena paru-parunya masih berkembang. Mereka juga bernapas lebih cepat, yang artinya menghirup udara berpolusi lebih banyak,” tutur dr. Erlina.
Berbagai masalah kesehatan yang cukup serius bisa mengancam kesehatan anak-anak jika terus menerus terpapar polusi. Mulai dari iritasi, peradangan, bronkitis, bahkan pneumonia.
“Jika paru-paru sang anak terus menerus terpapar polusi? Akan terjadi iritasi, peradangan, batuk pilek yang berulang sampai terjadi bronkitis, dan sesak serupa asma yang sebabkan anak jadi tidak fit serta kurang lincah,” tutur dr.Erlina.
“Bahkan, anak bisa mengalami pneumonia apabila ada kuman atau virus yang terhirup. Apabila anak memiliki pneumonia, biasanya perlu dirawat inap,” katanya.