6. Sama bahayanya dengan rokok
Fakta selanjutnya, polusi udara ternyata juga memiliki bahaya kesehatan yang sama dengan merokok. Hal ini karena keduanya bisa menimbulkan sejumlah masalah pada organ paru-paru.
Polusi udara sama bahayanya dengan rokok?
"Bahayanya sama. Sejumlah studi mengungkap bahwa orang yang terpapar polusi bertahun-tahun mengembangkan perubahan pada paru-paru mereka serupa dengan para perokok,” ucap dr. Erlina.
7. Risiko tinggi terjadi pada anak-anak
Anak-anak menjadi salah satu golongan yang rentan terhadap bahaya dari paparan polusi udara. Pasalnya, bagian paru-paru anak masih berkembang. Hal ini lah yang membuat anak-anak cenderung bernapas lebih cepat dan bisa menghirup udara berpolusi lebih banyak.
“Kenapa anak-anak lebih berisiko terhadap polusi udara? Karena paru-parunya masih berkembang. Mereka juga bernapas lebih cepat, yang artinya menghirup udara berpolusi lebih banyak,” tulis dr. Erlina.
8. Picu bronkitis hingga pneumonia
Jika anak-anak terus menerus terpapar polusi, hal ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang cukup serius. Mulai dari iritasi, peradangan, bronkitis, bahkan pneumonia.
“Jika paru-paru Sang Anak terus menerus terpapar polusi? Akan terjadi iritasi, peradangan, batuk pilek yang berulang sampai terjadi bronkitis, dan sesak serupa asma yang sebabkan anak jadi tidak fit serta kurang lincah,” kata dr. Erlina.
“Bahkan, anak bisa mengalami pneumonia apabila ada kuman atau virus yang terhirup. Apabila anak memiliki pneumonia, biasanya perlu dirawat inap,” ucapnya.
9. Ibu hamil berisiko lahirkan bayi prematur
Bahaya polusi udara bahkan bisa mengancam kesehatan ibu hamil. Salah satu risiko terparahnya yakni bisa melahirkan bayi prematur, berat badan rendah, dan menurunkan riwayat penyakit asma.
“Bagaimana dampaknya untuk ibu hamil dan janinnya? Bayi berisiko lahir prematur, berat badan rendah, dan bisa mengembangkan asma,” ungkap dr. Erlina.
(Leonardus Selwyn)