7 Daerah Penghasil Kopi Terbaik di Pulau Sumatera, Kualitasnya Juara Diakui Dunia!

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2023 21:02 WIB
Kopi Gayo hingga Sidikalang paling populer di Sumatera dan kualitasnya diakui dunia (Foto: Unsplash)
Share :

BICARA soal kopi, Indonesia jelas punya taring di kancah internasional. Sebut saja kopi Gayo, Toraja, Lampung hingga Sidikalang tentu tidak asing di telinga para traveler penggemar kopi.

Kopi lokal Indonesia boleh diadu kualitasnya dengan kopi dari negara lain. Bahkan, kopi Nusantara ini sudah diakui kelasnya sebagai salah satu kopi terenak di dunia.

Nah, kali ini Okezone akan khusus mengulas sejumlah daerah di Pulau Sumatera yang dikenal sebagai penghasil biji kopi terbaik. Daripada penasaran simak saja ulasannya berikut ini sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber;

1. Takengon, Aceh

Sementara itu, Takengon terkenal sebagai tempat penyemaian kopi pertama di Pulau Sumatera. Kondisi geografis berupa rangkaian bukit, tanah subur, dan curah hujan yang lumayan tinggi menjadi kelebihan tersendiri bagi tanaman kopi.

Kopinya lebih dikenal dengan sebutan Kopi Gayo, kopi jenis Arabica dengan cita rasa khas yang sudah terkenal sampai ke dunia.

(Foto: Sentra Kopi)

Namun saat ini, kopi jenis Robusta pun sudah banyak dikembangkan. Terlepas dari kabar campuran ganja pada kopi Aceh, aroma kopinya yang harum dan rasa gurih khas tidak begitu pahit membuat penggemar kopi mudah jatuh hati pada kopi Gayo ini.

2. Liwa, Lampung

Provinsi Lampung adalah daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Khususnya di Liwa, Kabupaten Lampung Barat yang lantas dijadikan contoh perkebunan terbaik baik di Provinsi Lampung maupun nasional dalam hal peningkatan produksi dan mutu kopi.

Kopi yang dihasilkan adalah robusta dengan rasa beragam tergantung letak geografis dan pada akhirnya menjadi keuntungan tersendiri bagi kualitas kopi.

Memasuki Liwa, aura kopi sudah terasa salah satunya dari warung kopi yang bertebaran di berbagai sudut kota. Produk kopi paling keren dari sini konon adalah kopi beraroma ginseng dan pinang. Sementara dari lokasi perkebunan di Danau Ranau, kopi yang terkenal adalah kopi luwak.

(Foto: Mybest.id)

3. Lahat, Sumatera Selatan

Tanaman kopi hampir dapat dijumpai di seluruh area Kota Lahat, Sumatera Selatan dan menjadi sumber perekonomian penting sejak zaman dulu.

Minum kopi di kota ini pun seolah menjadi sebuah budaya, di mana warung kopi merupakan sentra untuk bertukar obrolan seputar topik yang sedang hangat dan pada akhirnya menambah kawan baru.

Tak hanya itu, di warung kopi Anda juga bisa menyaksikan cara meracik segelas kopi yang dilakukan oleh penjual. Sayangnya, banyaknya produksi kopi tak diiringi dengan sarana pengolahan yang baik sehingga serngnya biji kopi dari Lahat dikirim ke kota sekitar untuk diolah lebih lanjut.

4. Pagar Alam, Sumatera Selatan

Salah satu pusat kopi terkenal di Pagar Alam berada di kaki Gunung Dempo. Anda akan menemukan hamparan kebun kopi di lereng dan lembahnya sepanjang mata memandang. Aroma kopi khas pun menyerbu indera penciuman di area ini.

Menikmati kopi asli Pagar Alam, Sumatera Selatan di tengah udara sejuk tentu menambah kenikmatan tersendiri.

Namun sayangnya, karena pengelolaan yang kurang maksimal membuat biji-biji kopi yang dihasilkan di Pagar Alam banyak yang dikirim ke Lampung untuk diproses lebih lanjut.

5. Mandailing, Sumatera Utara

Dalam sejarah kopi Indonesia, daerah yang pertama kali ditanami kopi Arabica adalah Desa Pakantan, Mandailing Natal.

Kopi Mandailing (Foto: Shopee)

Tak heran bila kemudian Mandailing Natal menjadi daerah penghasil kopi Arabica yang terkenal berkualitas.

Di Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud, banyak sekali kebun kopi yang sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun yang diyakini memiliki hubungan dengan sejarah tadi.

6. Sidikalang, Sumatera Utara

Sidikalang merupakan ibukota Kabupaten Dairi di barat laut Sumatera Utara. Berada di ketinggian 1.066 mdpl berpadu dengan tanah subur menjadikan Sidikalang daerah yang sangat baik untuk menanam kopi. Karena kualitasnya, kopi dari daerah ini mampu bersaing dengan kopi-kopi terbaik dunia, sebut saja Brazil.

Hal itu karena rasa kopinya yang mantap. Namun kabarnya, karena perbedaan harga jual Robusta dan Arabika yang cukup jauh membuat produktivitas kopi Robusta di daerah tersebut semakin menurun.

Banyak petani beralih menanam kopi Arabica yang lebih mudah pemeliharaan juga proses pengolahannya.

7. Empat Lawang, Sumatera Selatan

Empat Lawang adalah kabupaten termuda di Sumatera Selatan, hasil pemekaran Kabupaten Lahat.

Kopi Empat Lawang (Foto: Shopee)

Kopi pun menjadi komoditi utama daerah ini, bahkan kawo –sebutan kopi dalam bahasa daerah– menjadi lambang kabupaten tersebut dan lebih jauh dengan motif batik berlatar kopi yang dibuat oleh pemerintah daerahnya.

Dukungan pemerintah daerah masih terus mengalir dengan mendirikan gedung khusus kopi di beberapa wilayah yang ternyata mendorong kreativitas masyarakat setempat, dengan menciptakan aneka kerajinan berbasis kopi. Jenis kopi di sini sedikit berbeda dengan di tempat lain karena merupakan persilangan Arabika dan Robusta.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya