KUALITAS udara di kota Jakarta kini tengah menjadi sorotan masyarakat. Sebab udara tersebut masuk dalam kategori yang tidak sehat.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada 14 Agustus 2023, hari ini Jakarta menduduki posisi keempat pada daftar ranking kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, dengan polusi udara PM2.5. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berada di tingkat tidak sehat.
Kondisi ini akan memicu berbagai masalah kesehatan bagi orang yang terpapar udara dengan kandungan gas beracun ini secara terus-menerus. Menurut Peneliti dan Konsultan Hematologi - Onkologi Prof Dr dr Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM bahaya akibat polusi udara tak main-main, mulai dari kanker hingga resistensi antibiotik.
Dimana dampak dari polusi udara mula-mula akan menyerang orang yang telah memiliki penyakit asma, paru menahun, stroke, dan jantung.
“Akibatnya penyembuhan mereka dengan kondisi tersebut menjadi terganggu dan membuat risiko meninggal lebih tinggi. Namun ketika polusi udara makin berat, maka dampaknya bukan kepada mereka saja. Ini bisa berdampak kepada seluruh masyarakat,” tulis Prof Beri, dikutip dari utasnya, Senin (14/8/2023).
Menurut Prof Beri, Kualitas udara yang buruk telah terbukti memicu timbulnya berbagai macam kanker. Seperti kanker laring, bronkus, paru, infeksi saluran napas bawah, dan lebih mudah menimbulkan stroke.
World Bank mengatakan bahwa kematian akibat pengaruh buruk dari polusi udara jauh melebihi kematian berbagai jenis penyakit yang digabung. Selain menyebabkan kematian, polusi udara juga memengaruhi kelahiran atau birth outcome.