Nat menyebutkan perawatan komprehensif sebagai upaya melakukan perawatan tubuh, terutama wajah dapat dilakukan dengan bantuan profesional dari praktisi estetika atau dokter kecantikan.
"Terapi atau perawatan yang berhasil sebagai dokter adalah menjadi pendengar yang baik. Itu sudah 60 persen daripada diagnosis untuk mengetahui secara cermat masalah yang ada. Biasanya masalah berkaitan dengan gaya hidup yang kurang sehat, misalnya jerawat dengan konsumsi makanan berminyak atau berlemak," ujar Nat.
Dokter kecantikan juga dapat berperan dalam memberikan edukasi contohnya terkait obat-obatan yang meliputi kandungan, fungsi, dan cara mengonsumsinya atau anjuran agar kerusakan pada kulit wajah tidak muncul kembali.
"Apa yang kita anjurkan dan pantangan sebaiknya diikuti agar kasus tidak berulang. Misalnya breakout jerawat atau pada kasus liposuction sudah disedot lemaknya, harus bisa jaga pola makan," kata Nat.
(Martin Bagya Kertiyasa)