MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan alasan mengapa turis asal India lebih banyak mendominasi kunjungan wisman dibanding China.
Padahal selama ini negeri tirai bambu itu selalu menjadi wisatawan terbanyak berlibur ke Indonesia disusul negara-negara lainnya.
Terdapat 3 alasan, mengapa China masih enggan berlibur ke luar negeri, termasuk Indonesia.
Di antaranya, biaya penerbangan internasional terbilang tinggi, kemudian jadwal penerbangan masih belum normal di mana nomor penerbangan internasional mengikuti level 2019 khususnya pada saat pandemi, serta mereka lebih memilih untuk berlibur di dalam negeri.
Sandiaga memprediksi, jumlah kunjungan wisman asal China ke Indonesia baru bisa pulih di atas tahun 2025 yang akan datang. Pada tahun ini (2023). Selain itu pemerintah tengah menargetkan jumlah kunjungan wisman asal China sebanyak 235.000 kunjungan.
"Sebelum pandemi, jumlah kunjungan turis China tercatat mencapai 1 juta kunjungan di semester I/2019," katanya dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jakarta Pusat awal pekan lalu.
Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis data kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode Januari-Juni 2023, mencapai naik 250,33 persen bila dibandingkan Januari-Juni 2022.