Kenapa Jaket Pelampung Tak Boleh Dikembangkan saat Masih di Kabin Pesawat?

Najwa Avifah Octavia, Jurnalis
Rabu 09 Agustus 2023 11:01 WIB
Ilustrasi (Foto: iStock)
Share :

BERBAGAI rahasia di balik penerbangan sejatinya diketahui orang awam melalui edukasi. Seperti misalnya rahasia di balik alasan mengapa penumpang tidak boleh mengembangkan jaket pelampung mereka dalam situasi darurat saat pengevakuasian pesawat.

Hal semacam ini perlu diketahui lebih awal agar penumpang tidak panik atau gugup saat mengalami kondisi semacam itu.

Melansir Daily Express, sebuah utas di Reddit menampilkan seorang pramugari yang membeberkan sejumlah rahasia tidak disadari oleh banyak orang. Misalnya saja tentang evakuasi darurat dan jaket pelampung yang dibutuhkan.

Alasan kenapa tidak boleh mengembangkan jaket pelampung saat masih di dalam kabin karena akan menghabiskan banyak ruang saat hendak evakuasi sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali.

Alasan sebenarnya yaitu karena bisa menyebabkan penumpang tenggelam apabila pesawat yang ditumpanginya itu masuk ke dalam air.

"Jangan mengembangkan jaket pelampung Anda jika terjadi kecelakaan sampai Anda meninggalkan pesawat. Jika pesawat tenggelam dan Anda mengembangkannya, Anda akan ikut tenggalam sebelum keluar dari pesawat," jelas pramugari yang tak disebut identitasnya itu.

Jika pesawat terisi air, penumpang yang lebih dahulu memilih mengembangkan jaket pelampungnya tentu saja tidak bisa keluar dari pintu saat mengapung di dalam pesawat.

"Orang-orang panik dan ingin mengembangkannya begitu mereka memakai jaket pelampung, tetapi itu malah mengacaukan dirinya sendiri."

Selain itu, mengembangkan jaket pelampung sebelum keluar dari pesawat juga dapat mempersulit Anda untuk melewati pintu keluar sehingga jaket tersebut harus dirobek terlebih dahulu dan menjadi tidak berguna.

Menurut sebuah acara televisi, Air Crash Investigation, ada sebuah kecelakaan terjadi pada 1996 yang mengungkapkan apa yang terjadi saat mengembangkan jaket saat masih berada di dalam kabin.

Saat itu, Ethiopian Airlines penerbangan 961 dibajak pada 23 November yang membuat pesawat tersebut melakukan pendaratan di air. Ada 125 orang tewas dari total 175 penumpang.

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa kebanyakan dari mereka yang tewas adalah karena mengembangkan jaket pelampung mereka saat masih berada di dalam pesawat dan akhirnya mereka terjebak oleh banyaknya air yang masuk. Hal tersebut karena mereka terjebak di tempat duduk saat kabin mulai tenggelam dan terisi air.

Itulah makanya demonstrasi keselamatan di pesawat sangat penting untuk diperhatikan dan bagi penumpang yang tidak memperhatikan, sebenarnya mereka adalah orang-orang yang paling tidak disukai oleh pramugari yang bertugas.

Penumpang juga bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan berbagai cara, bahkan dengan cara yang tidak didemonstrasikan oleh pramugari. Misalnya menghitung kursi antara tempat mereka duduk dengan pintu keluar darurat.

Sebab semisal terjadi sebuah kecelakaan dan lampu di dalam kabin padam, mereka bisa dengan mudah melarikan diri setelah mengetahui banyaknya kursi yang harus dilaluinya.

Menyelamatkan diri dari pesawat tidak selalu harus menyusuri lorong kabin, bisa saja mereka harus memanjat lewat kursi. Karenanya, sangat penting mengetahui seberapa dekat penumpang dengan pintu keluar untuk menyelamatkan diri.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya