Menu roti di Warung Kopi Mang Didin memiliki beragam isian. Diantaranya isi mentega, kelapa parut, kombinasi coklat stroberi mentega, keju juga ada bolu gulung.
Hanya dibutuhkan waktu sekitar 2-3 menit untuk mengukus agar tekstur roti berubah empuk dan legit.
"Karena air yang digunakan untuk mengukus sudah mendidih, tinggal besarkan api kompor maka uap langsung keluar. Sekitar 2-3 menit roti sudah matang," terang anak pertama dari tujuh bersaudara itu.
Hingga saat ini, Uloh Saefulloh mengatakan roti-roti yang ia tawarkan didapat dari sebuah pabrik roti yang ada di kota Garut. Sebelum membeli dari pabrik langsung, roti-roti itu ia dapat dari seseorang yang berjualan di pinggir lapaknya ketika masih berdagang emperan pada tahun 1980.
"Penjual roti itu kemudian memberikan alamat pabriknya supaya kami bisa belanja sendiri. Sampai sekarang kami selalu rutin membeli roti ke pabrik setiap seminggu dua kali," ungkapnya.
Menghabiskan sekitar Rp600 ribu sekali belanja, roti kukus di Warung Kopi Mang Didin dibanderol Rp9 ribu per porsi.
"Untuk kopi, kami hanya menggunakan kopi sachet karena harganya yang murah dan bisa dijangkau oleh semua kalangan," ucap Uloh Saefulloh.
Kendati saat ini sudah banyak warung kopi modern menjamur di Garut, Uloh Saefulloh akan tetap mempertahankan citra dan rasa warung kopi peninggalan sang ayah.
"Warung ini akan kami pertahankan semampu kami. Terlebih ini adalah usaha peninggalan orang tua yang sudah ada dari saya kecil," pungkasnya.
(Simon Iqbal Pahlevi)