Namun, selain regulasi emosi, seseorang yang mudah marah serta melakukan kekerasan memiliki kecenderungan agresi.
“Agresi adalah segala sesuatu yang kita lakukan yang memang dasarnya untuk menyakiti, merusak, dan menghancurkan orang lain. Wujudnya dalam bentuk kekerasan, bisa verbal seperti sindiran hingga hujatan. Adapun kekerasan lain dalam bentuk fisik seperti memukul,” tutur Ade Iva.
“Istilahnya kalau kita tidak suka dengan orang lain, maka kita akan menyakitinya,” imbuhnya.
Keadaan agresi ini tergambar jelas dalam kasus kekerasan pelajar di Ambon. Pelaku melayangkan pukulan sebagai bentuk balasan kekesalannya karena korban tidak menyapa dirinya.
(Dyah Ratna Meta Novia)