Bukan Sekadar Hiasan, Begini Makna Penjor dalam Hari Raya Galungan di Bali!

Cita Najma Zenitha, Jurnalis
Kamis 03 Agustus 2023 13:07 WIB
Penjor perayaan Galungan di Bali. (Foto: SINDOnews)
Share :

MAKNA penjor dalam Hari Raya Galungan sangat berarti bagi masyarakat Hindu di Bali. Penjor bukanlah sebuah hiasan semata, tetapi wujud persembahan kepada Bhatara.

Penjor merupakan tiang hiasan berbentuk melengkung yang dihiasi dengan dedaunan, bunga dan janur menjadi pemandangan tak terpisahkan selama Hari Raya Galungan di Bali. Selama 10 hari hiasan ini akan terlihat didepan rumah atau tempat ibadah di Pulau Dewata ini.

Melansir dari laman resmi Kominfo, makna penjor dalam Hari Raya Galungan di Bali sebagai lambang rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Hyang Bathara Putra Jaya atas kemenangan, kemakmuran, dan hasil bumi yang melimpah.

 BACA JUGA:

Penjor merupakan gambaran Gunung Agung berstananya Hyang Bathara Putra Jaya beserta Dewa dan para leluhur. Berdasarkan mitologi, Gunung Agung dikenali juga sebagai Sang Hyang Naga Basuki.

 

Perayaan Galungan di Bali

Naga Basuki ini dilukiskan sebagai naga yang ekornya berada dipuncak gunung, sementara kepalanya berada di lautan. Ini mengartikan gunung adalah waduk penyimpanan air.

 BACA JUGA:

Dalam proses pembuatannya, penjor terbuat dari bambu melengkung setinggi 10 meter. Pelepah kelapa yang terdapat pada sanggah melambangkan leher dan kepada naga. Sementara, gembong melambangkan rambut naga.

Bagian paling atas yang berbentuk melengkung digambarkan sebagai ekor Naga Basuki. Adapun hiasan yang terpasang pada bambu bagian bawah adalah pagi, ketela, jantung dan sebagainya. Hiasan ini menyimbolkan bulu naga sebagai tempat sandang pangan.

Naga Basuki bermakna sebagai pemberi kesehatan, keselamatan dari penyakit yang ada di bumi. Waktu yang tepat untuk mencabutnya pada hari Buda Kliwon Pahang ( Hari Pegat Wakan).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya