10 Makanan Khas Suku Dayak Paling Populer, Unik dan Terbuat dari Bahan Alami

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 02 Agustus 2023 21:03 WIB
Kue Tumpi, kuliner tradisional khas Suku Dayak (Foto: Cookpad)
Share :

10 MAKANAN khas Suku Dayak yang paling populer ini perlu Anda ketahui. Kesemuanya punya keunikan tersendiri yang sayang untuk dilewatkan.

Suku Dayak Kalimantan punya banyak cerita. Kehidupan mereka yang masih berdekatan dengan alam dan kepercayaan leluhur bukan lagi rahasia umum.

Karena hidup berdampingan dengan alam, kuliner yang tercipta di suku Dayak Kalimantan pun menjadi unik. Penasaran apa saja makanan khas Dayak Kalimantan? Berikut ulasannya dari berbagai sumber:

1. Bangamat

Jenis kuliner yang satu ini terbilang ekstrem, karena menggunakan kelelawar pemakan buah sebagai bahan utamanya. Daging hewan itu diolah sedemikian rupa ditambahkan bumbu seperti kunyit, ketumbar, daun salam, dan santan.

Suku Dayak Ngaju dan Maanyan punya perbedaan dalam mengolah menu ini. Kalau Dayak Ngaju pakai banyak bumbu, sedangkan Dayak Maanyan menggunakan daun Pikauk dan serao sebagai tambahan bumbunya. Tertarik mencicipinya?

Bangamat (Foto: Go Travelly)

2. Karuang

Sekilas makanan ini mirip dengan tumis daun singkong. Terlebih, bahan yang dipakai juga hampir serupa yaitu daun singkong, meski di beberapa wilayah Dayak ada yang menggunakan terong.

Menurut situs Libur, Dayak Ngaju menyebut makanan ini dengan nama Karuang, sedangkan di Dayak Maanyan disebut Kalumpe. Dengan nasi panas kayaknya enak, ya.

3. Botok Mengkudu

Kebayang gak daun mengkudu jadi sayuran? Masyarakat Dayak ternyata memakannya dan rasa dari kuliner ini diyakini gurih dan nikmat.

Botok Mengkudu (Foto: Cookpad)

Jadi, ikan dibungkus dengan daun mengkudu, lalu ditambahkan rempah-rempah pilihan agar rasa semakin lezat. Jenis ikan yang dipakai untuk menu ini biasanya patin atau ikan air tawar lainnya.

4. Luba Laya

Kalau dilihat sekilas makanan ini mirip dengan lontong. Makanan khas Dayak Nunukan ini punya bahan utama adalah beras Adan Krayan alias organik. Karena jenis beras yang dipakai pilihan, rasanya lebih gurih dan sedikit manis ketimbang lontong pada umumnya.

Daun pembungkus luba laya biasanya daun itip, sejenis pohon pisang-pisangan yang tumbuh subur di wilayah Dayak. Daun ini memberi harum pada luba baya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya