Mitosnya, Arca Dewindani merupakan contoh dari perilaku manusia yang hidup di dunia ini. Ia menggambarkan perempuan yang sudah berkeluarga tetapi sering serong sehingga diibaratkan anjing. Sebuah gambaran yang sangat hina dan kasar.
Masyarakat sekitar candi memiliki kepercayaan bahwa candi ini dipelihara oleh tokoh yang bernama Ki Budayana, Ki Panjaloka, dan Ki Panjalo. Kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh mereka yang sudah sepuh.
(Foto: WA/Yadi Maulana)
Mereka yang datang ke candi ini, dilarang keras membawa minyak gosok atau balsem. Karena, barang itu akan hilang. Tak hanya itu saja, konon seluruh badan akan merasakan sengatan minyak gosok atau balsem yang dibawanya tersebut. (put)
(Salman Mardira)