Kasus ini juga sangat mungkin terjadi jika bakteri yang berada di tanah maupun rumput tersebut dimakan oleh hewan jenis herbivora, salah satunya sapi atau kambing. Pasalnya, di dalam tubuh herbivora, bakteri penyebab antraks menjadi aktif dan mengeluarkan toksin.
“Ia berkembang pada organ pertahanan tubuh, seperti kelenjar getah bening dan limpa (membuat limpa meradang dan membesar), serta beredar di peredaran darah,” papar Dokter Rian.
Sapi yang terkena antraks bisa mati mendadak dalam kurang dari 24 jam tanpa tanda klinis yang jelas. Ada juga sapi yang menunjukkan tanda sakit secara umum (demam, lemas, dsb) dan kemudian mati dalam beberapa hari.
(Dyah Ratna Meta Novia)