Apakah Antraks Bisa Menyebar Lewat Tanah?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Kamis 06 Juli 2023 13:06 WIB
Sapi (Foto: ABC)
Share :

GEGER antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta kini menjadi sorotan. Penyakit ini disebut-sebut sangat berhubungan dengan hewan terjangkit kena antraks, juga disebut bisa menyebar lewat tanah.

Lantas, apa benar antraks bisa menyerbar lewat tanah?

dilansir dari thread yang dibagikan oleh seorang Dokter hewan karantina Indonesia, drh. Rian, melalui akun Twitternya, @RianHS.

 

Dokter Rian menjelaskan, pada dasarnya, antraks merupakan penyakit yang sangat terkait dengan lokasi.

Ia juga menyebut, ketika suatu daerah tertular antraks, penyakit ini mungkin akan ada secara permanen di daerah tersebut.

“Antraks adalah penyakit akibat infeksi bakteri Bacillus anthracis. Ia dapat menginfeksi banyak mamalia dengan kerentanan yang beragam,” tuturnya.

“Mengapa antraks terkait lokasi? Jawabannya adalah karena antraks adalah penyakit pada tanah,” imbuhnya.

Menurut Dokter Rian, bakteri penyebab antraks tersebut memiliki fitur bernama endospora, yang memungkinkan bakteri tersebut bisa bertahan hidup di lingkungannya selama ratusan tahun, termasuk di dalam tanah.

Sehingga, hal ini memungkinkan tanah di suatu daerah yang terkena bakteri Bacillus anthracis tersebut akan terkontaminasi selamanya dengan bakteri penyebab antraks tersebut.

“Endospora ini merupakan struktur yang memungkinkan bakteri bertahan hidup di lingkungan secara dorman selama ratusan tahun,” tuturnya.

 BACA JUGA:

“Endospora membuat bakteri jauh lebih tahan. Misalnya terhadap kekeringan dan temperatur tinggi. Inilah mengapa begitu Bacillus anthracis ada di tanah suatu daerah, bisa jadi tanah tersebut akan terkontaminasi selamanya,” sambungnya.

 BACA JUGA:

Kasus ini juga sangat mungkin terjadi jika bakteri yang berada di tanah maupun rumput tersebut dimakan oleh hewan jenis herbivora, salah satunya sapi atau kambing. Pasalnya, di dalam tubuh herbivora, bakteri penyebab antraks menjadi aktif dan mengeluarkan toksin.

“Ia berkembang pada organ pertahanan tubuh, seperti kelenjar getah bening dan limpa (membuat limpa meradang dan membesar), serta beredar di peredaran darah,” papar Dokter Rian.

Sapi yang terkena antraks bisa mati mendadak dalam kurang dari 24 jam tanpa tanda klinis yang jelas. Ada juga sapi yang menunjukkan tanda sakit secara umum (demam, lemas, dsb) dan kemudian mati dalam beberapa hari.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya