INI alasan orang Jepang memilih punya hewan peliharaan dibanding anak mmebuatnya memiliki angka harapan hidup rendah.
Namun, negara yang terkenal dengan bunga sakuranya ini diprediksi terancam punah karena populasi menusianya yang semakin menurun. Dilansir dari Japan Truly, pada 2020 lalu angka kelahiran bayi di Jepang adalah 7.301 kelahiran per 1.000 penduduk. Jumlah tersebut menurun sekitar 1,3% dari tahun 2019.
Orang-orang Jepang kini lebih umum memelihara hewan daripada memiliki bayi. Lantas, apa alasan orang Jepang memilih punya hewan peliharaan dibanding anak?
Menurut Japan Pet Food Association, jumlah hewan peliharaan di Jepang lebih tinggi daripada jumlah anak-anak. Setidaknya ada sekitar 23,3 juta hewan peliharaan, sedangkan anak-anak berusia 15 tahun ke bawah hanya sekitar 17 juta anak saja.
Hal ini terjadi karena keputusan orang Jepang untuk memelihara hewan daripada memiliki anak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor sosial, budaya, ekonomi, dan pribadi.
Jepang telah mengalami perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Beban kerja yang tinggi, tuntutan karier, biaya hidup yang tinggi, dan perubahan peran gender telah mempengaruhi keputusan individu dalam hal memiliki anak. Beberapa orang mungkin memilih memelihara hewan sebagai pengganti atau pengisi peran yang mungkin sebelumnya diisi oleh seorang anak.
Di Jepang, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing telah dianggap sebagai anggota keluarga. Hewan peliharaan lebih disukai oleh orang-orang Jepang karena lebih mudah dirawat.
Terlebih, memiliki anak di Jepang dapat melibatkan biaya yang tinggi, termasuk biaya pendidikan, perawatan kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari. Beban finansial ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi banyak pasangan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit atau ketidakpastian pekerjaan.
Bahkan menurut The Guardian, orang-orang Jepang lebih sneang menghabiskan uangnya untuk sesi foto, pijat, dan perawatan ‘bayi’ berkaki empatnya.
Mereka dinilai tidak begitu tertarik dengan hubungan romantis. Bahkan, sekitar 32% pria Jepang tidak menyukai aktivitas seksual karena takut ditolak oleh para wanita.
Karena keintiman seksual yang berkurang inilah yang menyebabkan penurunan populasi orang Jepang. The Guardian menuturkan pembelian alat kontrasepsi dan angka aborsi pun ikut menurun karena libido negara yang tertinggal. Alhasil, hewan peliharaan dipilih sebagai pengganti anak.
Namun, penting untuk diingat bahwa ini adalah faktor umum yang dapat mempengaruhi keputusan individu, dan pilihan seseorang dalam hal memiliki anak atau memelihara hewan sangat bersifat pribadi dan bervariasi.
Demikian alasan orang Jepang memilh punya hewan peliharaan dibanding anak.
(RIN)
(Rani Hardjanti)