ADA 10 hal yang lazim terjadi di banyak negara termasuk Indonesia, namun dianggap tabu di Jepang. Masyarakat Negeri Matahari terbit memang diakui sangat disiplin, sopan, dan menjunjung tinggi budayanya.
Meski Jepang terkenal sebagai negara maju dari berbagai sektor terutama teknologi dan hiburan, tapi masyarakat Jepang tidak serta merta mengubah nilai-nilai luhurnya dengan alasan modernisasi. Mereka tetap memegang teguh aturan dan norma lokal.
Tidak peduli dengan siapapun mereka berinteraksi, masyarakat Jepang akan senantiasa bersikap sopan dan menerapkan tata krama mereka dengan sangat ketat.
BACA JUGA:
Berikut 10 hal yang dianggap tabu di Jepang seperti dilansir dari Japanese Station :
1. Makan sambil berjalan
Makan sambil berjalan adalah hal yang tidak sopan di Jepang. Hal ini karena kita harus menghargai makanan dengan cara memakannya sambil duduk.
Ilustrasi
Selain itu, makan sambil berjalan juga dapat membuat makanan terjatuh atau mengotori orang lain di sekitar kita.
2. Meletakkan siku di atas meja
Meletakkan siku di atas meja juga dianggap tidak sopan di Jepang. Saat makan atau melakukan apapun di meja, kita hanya diperkenankan meletakkan bagian jari hingga pergelangan tangan saja.
3. Memakai alas kaki di dalam ruangan
Orang Jepang sangat menjaga kebersihan sehingga memakai alas kaki di dalam rumah dianggap tidak sopan.
Oleh karena itu, rumah-rumah di Jepang dilengkapi dengan genkan yang merupakan pembatas bagian luar dan dalam rumah tempat setiap orang harus mulai melepas alas kaki.
4. Membuang ingus di tempat umum
Membuang ingus di tempat umum di Jepang akan membuat seseorang dicap berperilaku buruk. Oleh karena itu, apabila sedang pilek atau flu kita dianjurkan membuang ingus menggunakan tisu. Apabila tidak cukup, maka sebaiknya pergi ke toilet terlebih dahulu.
Ilustrasi (Pixabay)
5. Menuang minuman ke gelas sendiri
Saat pesta minuman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama dilarang minum sebelum melakukan kanpai. Kedua, bila minuman habis, dilarang menuang minuman ke gelas sendiri, harus menunggu orang lain menuangkan sembari Anda memegang gelas dengan dua tangan.
6. Menggunakan sumpit sembarangan
Sumpit jadi alat makan utama di Jepang. Jadi penggunaannya juga tak boleh sembarang. Sumpit dilarang dipakai untuk menunjuk seseorang, menusuk makanan. Anda juga tak boleh menjilat sumpit, atau menggenggam sumpit dengan dua tangan. Perilaku ini sangat tabu di Jepang.
7. Bersiul di malam hari
Menurut kepercayaan orang Jepang, bersiul pada malam hari dapat mengundang ular. Selain itu, pada zaman dahulu, bersiul merupakan alat komunikasi para penjahat. Oleh karena itu, kita dilarang bersiul pada malam hari di Jepang.
8. Angka 4 dan 9
Di Jepang, angka 4 dan angka 9 dianggap sebagai angka yang buruk dan tabu. Hal ini karena dalam bahasa Jepang angka 4 disebut sebagai "Shi" yang artinya kematian dan angka sembilan disebut sebagai "ku" yang artinya penderitaan. Oleh karena di Jepang tidak ada orang yang memberi sesuatu dengan jumlah empat atau sembilan.
9. Memberi hadiah uang di pernikahan
Saat menghadiri pernikahan, di Jepang kita dilarang memberikan hadiah berupa uang sebesar 20.000 yen. Hal ini karena uang 20.000 yen di Jepang dianggap sebagai pertanda buruk dalam pernikahan. Oleh karena itu, jika ingin memberi hadiah uang sebaiknya berjumlah 30.000 atau 50.000 yen.
10. Memberi bunga dalam pot
Saat menjenguk orang sakit di Jepang, kita dilarang membawakan bunga sekaligus potnya. Hal ini karena bunga yang masih berada dalam pot masih berakar yang menandakan bahwa kita mengharapkan orang tersebut tetap berada di rumah sakit. Oleh karena itu, cukup memberikan bunganya saja.
Itulah 10 hal yang dianggap tabu di Jepang.
(Salman Mardira)