Mantap! Kemenparekraf Perkuat Peran Masyarakat Kembangkan Potensi Desa Wisata

Antara, Jurnalis
Rabu 28 Juni 2023 02:01 WIB
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI, Martini Mohamad Paham (Foto: Kemenparekraf)
Share :

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berupaya memperkuat peran dan partisipasi masyarakat khususnya desa wisata dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) sehingga dapat memberikan dampak yang besar terhadap kebangkitan ekonomi.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini M. Paham menjelaskan, sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas dan pengembangan satu destinasi.

"Ada tiga komponen penting dalam pengembangan satu destinasi, yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas atau yang bisa disebut 3A. Tapi, tiga komponen ini tidak akan bisa berarti kalau human resource-nya atau sumber daya manusia tidak diangkat kualitasnya atau ditingkatkan peranannya," ucap Martini saat membuka kegiatan 'Sosialisasi Sadar Wisata 5.0' di Desa Wisata Sawitan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melansir ANTARA.

Untuk itu, kata dia, Kemenparekraf bekerja sama dengan World Bank dalam menyelenggarakan program Sosialisasi Sadar Wisata yang merupakan bagian dari payung program Kampanye Sadar Wisata guna mendorong peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata di desanya.

Acara yang berlangsung pada 24 hingga 25 Juni 2023 itu secara khusus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya penerapan Sapta Pesona, Pelayanan Prima, CHSE, pengelolaan homestay, perencanaan bisnis serta manajemen konflik.

Selain Desa Wisata Sawitan, kali ini kegiatan juga berlangsung di Desa Wisata Tegalarum, Desa Wisata Bumiharjo, Desa Wisata Rambeanak, Desa Wisata Wringinputih, dan Desa Wisata Kembanglimus.

Pada tahun ini, Kampanye Sadar Wisata secara keseluruhan akan berlangsung di 90 Desa Wisata di enam Destinasi Pariwisata Prioritas yakni: Danau Toba, Borobudur Yogyakarta Prambanan, Bromo Tengger Semeru, Lombok, Labuan Bajo, dan Wakatobi.

"Ini peluang yang sangat bagus bagi kita untuk belajar. Peran kita harus terus dijaga supaya kita sama-sama bisa memajukan destinasi, mempromosikan, dan juga memenuhi pendekatan kualitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Pemilihan desa wisata sebagai lokasi sasaran program tidak lepas dari peran desa wisata sebagai pandemic winner, yang unggul ketika pandemi.

Desa wisata tumbuh menjadi destinasi pariwisata yang mampu menawarkan pengalaman otentik. Selain beraktivitas di alam terbuka, wisatawan bisa sembari belajar budaya dan nilai kearifan lokal masyarakat desa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya