Pemerintah Cabut Status Pandemi Covid-19, PB IDI Siapkan Strategi Pengendalian Jangka Panjang!

Hasyim Ashari, Jurnalis
Jum'at 23 Juni 2023 01:56 WIB
Endemi (Foto: Freepik)
Share :

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) membuat antisipasi berupa 4 pilar yang diberi nama yakni SIAP. Hal ini sebagai bentuk upaya rekomendasi jangka panjang menyusul pencabutan status pandemi Covid-19 oleh pemerintah menjadi endemi.

"Kami mengusulkan pemerintah untuk melakukan aktivitas pencegahan, pengendalian, dan manajemen Covid-19 jangka panjang melalui empat pilar (SIAP)," kata Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar (PB) IDI DR dr Erlina Burhan, SpP(K) saat konferensi pers melalui Zoom.

 

Adapun rekomendasi SIAP tersebut terdiri dari Surveilanse, Informasi Kesehatan, Akses, Pelayanan Kesehatan. Penerapan 4 pilar ini diakui oleh PB IDI sangat bermanfaat untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan Covid-19 di Indonesia.

Pilar pertama kata DR dr Erlina Burhan, SpP(K) yaitu Surveilans yang berarti akan terus memantau perkembangan pada kasus harian, rawat inap, kematian, serta perkembangan mutasi COVID-19 dari waktu ke waktu pada berbagai titik strategis seperti bandara dan pelabuhan.

 BACA JUGA:

Pilar kedua, Informasi yang berarti PB IDI berkolaborasi bersama para stakeholder baik pemerintah maupun media untuk memberikan informasi akurat guna mencegah terjadinya hoaks atau kabar bohong kepada masyarakat.

 BACA JUGA:

Pilar ketiga, Akses yang berarti PB IDI dan pemerintah masih membuka dan menjamin akses vaksin, alat pelindung diri, obat-obatan, dan oksigen bagi tenaga kesehatan dan kelompok berisiko tinggi menderita Covid-19 berat, seperti lansia, orang dengan penyakit kronik, serta orang yang mengalami imunosupresi.

Sedangkan pilar keempat adalah Pelayanan kesehatan yang prima dan siap siaga yang dapat diwujudkan dengan penjaminan ketersediaan pemeriksaan, pelayanan, dan perawatan Covid-19 di seluruh Indonesia.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya