IKATAN Dokter Indonesia (IDI) membuat antisipasi berupa 4 pilar yang diberi nama yakni SIAP. Hal ini sebagai bentuk upaya rekomendasi jangka panjang menyusul pencabutan status pandemi Covid-19 oleh pemerintah menjadi endemi.
"Kami mengusulkan pemerintah untuk melakukan aktivitas pencegahan, pengendalian, dan manajemen Covid-19 jangka panjang melalui empat pilar (SIAP)," kata Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar (PB) IDI DR dr Erlina Burhan, SpP(K) saat konferensi pers melalui Zoom.
Adapun rekomendasi SIAP tersebut terdiri dari Surveilanse, Informasi Kesehatan, Akses, Pelayanan Kesehatan. Penerapan 4 pilar ini diakui oleh PB IDI sangat bermanfaat untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan Covid-19 di Indonesia.
Pilar pertama kata DR dr Erlina Burhan, SpP(K) yaitu Surveilans yang berarti akan terus memantau perkembangan pada kasus harian, rawat inap, kematian, serta perkembangan mutasi COVID-19 dari waktu ke waktu pada berbagai titik strategis seperti bandara dan pelabuhan.
BACA JUGA:
Pilar kedua, Informasi yang berarti PB IDI berkolaborasi bersama para stakeholder baik pemerintah maupun media untuk memberikan informasi akurat guna mencegah terjadinya hoaks atau kabar bohong kepada masyarakat.
BACA JUGA: