ADA tiga daerah tertinggi di Jawa Timur yang ditinggali oleh manusia. Pulau Jawa memiliki banyak gunung dan dataran tinggi. Di Jawa Timur saja ada 181 gunung dengan ketinggian di atas 1.000 MDPL.
Oleh sebab itu tidak heran jika banyak masyarakat di Jawa Timur tinggal di daerah yang sangat tinggi.
Berikut 3 daerah tertinggi di Jawa Timur yang ditinggali manusia dan jadi tujuan wisata.
Desa Argosari, Bromo Tengger
Gunung Bromo merupakan salah satu gunung favorit wisatawan di Jawa Timur dengan ketinggian 2.329 MDPL. Tidak terpaut jauh dari ketinggian puncak Bromo, ada sebuah desa yang ditinggali oleh suku Tengger bernama Desa Argosari.
Gunung Bromo
Desa Argosari berada di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Tercatat, desa ini berada di ketinggian 2.000 mdpl. Oleh karena itu, tak ayal udara di tempat ini sangat dingin.
Desa Argosari juga merupakan akses satu-satunya untuk menuju puncak B29. Dari puncak ini, pengunjung dapat merasakan sensasi seperti negeri di atas awan. Selain itu, pengunjung juga menyaksikan matahari terbit dan juga Gunung Bromo beserta gugusan gunung lainnya.
BACA JUGA:
Desa Ranupani, Lumajang
Desa Ranupani atau Ranu Pane berada di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Desa ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan merupakan lokasi dari basecamp pendakian gunung tertinggi di pulau Jawa, Gunung Semeru.
Tercatat, Desa Ranupani berada di ketinggian 2.100 mdpl. Pada mulanya, Ranupani adalah nama sebuah danau disana yang kemudian juga menjadi nama desa. Konon, suhu di desa ini dapat mencapai 14 derajat celcius.