Luas wilayah Tanjung Pinang sendiri mencapai 239,50 km2 dengan rincian daratan seluas 131,54 km2 dan lautan seluas 107,96 km2. Wilayah geologis kota Tanjung Pinang terdiri atas perbukitan dan lembah yang landai hingga tepi laut.
Asal mula nama Tanjung Pinang sendiri diambil dari letak kota yang menjorok menuju laut atau orang melayu menyebutnya Tanjung.
Wilayah tanjung ini ditumbuhi oleh pohon pinang yang digunakan oleh pelayar sebagai tanda bahwa mereka memasuki wilayah Sungai Bintan atau Hulu Riau. Oleh karena itu, kota ini diberi nama Tanjung Pinang.
Kota Tanjung Pinang (Foto: Pemkot Tanjung Pinang)
Secara sosial budaya, Kota Tanjung Pinang sebagai kota yang terletak di jalur pelayaran menjadi tempat berkumpulnya berbagai suku dan etnis. Suku melayu adalah suku lokal dan paling banyak disini. Kendati demikian, ada berbagai suku lain seperti Batak, Minang, Jawa, Tionghoa, Bugis dan berbagai suku lain yang saling hidup toleran disini.
Demikian perbedaan antara Pangkal Pinang dan Tanjung Pinang. Jika Pangkal Pinang adalah ibu kota Kepulauan Bangka Belitung (Babel), maka Tanjung Pinang adalah ibu kota Kepulauan Riau (Kepri).
(Rizka Diputra)