Tabib itu memerintahkan masyarakat untuk membuat patung dari kayu yang mirip dengan Maggale. Itulah mengapa patung kayu Suku Batak disebut Sigale-gale.
Tujuan Sibaso membuat patung ini untuk memanggil arwah Manggale Sibaso menggelar upacara untuk memanggil arwah Maggale dengan iringan musik.
Sejak saat itu masyarakat Suku Batak percaya bahwa Sigale-gale adalah simbol menghantar kematian. Roh orang yang telah wafat dapat masuk kedalam tubuh Sigale-gale jika keluarga yang masih hidup menggelar ritual Sigale-gale.
Tidak diketahui pasti kapan kesenian Sigale-gale dimulai di Pulau Samosir. Namun, berdasarkan Seri Pengenalan Budaya Nusantara: Misteri Patung Sigale-gale dari Sandy Situmorang kesenian ini dimulai pada tahun 1930 oleh Raja Gayus Rumahorbo.
Demikian alasan mengapa patung Sigale-gale dapat menari.
(Salman Mardira)