PATUNG Sigale-gale merupakan boneka kayu tradisional suku Batak di Sumatera Utara. Uniknya patung yang digunakan untuk ritual adat tersebut bisa menari. Kok bisa?
Patung Sigale-gale dibuat dari kayu dan wujudnya menyerupai manusia dewasa lengkap dengan pakaian adat Batak. Saat tabuhan musik berbunyi, tubuh kaku Sigale-gale akan menari mengikuti alunan musik.
Hal ini menarik perhatian orang yang melihanya dan memicu pertanyaan mengapa patung Sigale-gale dapat menari?
BACA JUGA:
Mengutip dari Indonesia.go.id, patung Sigale-gale dapat menari bukan karena ada unsur mistis, tapi memang karena ada seseorang yang mengendalikan menggunakan tali-temali.
Tali pada patung Sigale-gale seperti sistem saraf yang menghubungkan setiap bagian tubuh mulai dari kepala, leher, tangan, hingga kaki.
Sekilas pemasangan tali pada Sigale-gale sangat rumit. Setiap jalinan tali tersamatkan pada tubuh Sigale-gale dan podium kayu. Sigale-gale dapat menari dengan iringan musik gondang dan tarian tor-tor pada upacara sapata.
BACA JUGA:
Masyarakat Batak Toba mempercayai Sigale-gale berkaitan dengan kematian putra Raja Rahat. Pada masa kepemimpinannya, Raja Rahat memiliki putra bernama Maggale yang terkenal dengan kehebatannya.
Manggale menjadi panglima perang saat kerajaan ayahnya mengalami perebutan kekuasan. Namun naas, Manggale tewas tidak kembali dan tewas dalam peperangan.
Mendengar putra semata wayangnya terbunuh, Raja Rahat merasa sedih sampai jatuh sakit. Masyarakat mulai khawatir melihat raja mereka dalam keadaan terpuruk. Untuk itu mereka memanggil tabib bernama Sibaso.