"Beliau (Menparekraf) memilih Bali lantaran banyak pertimbangan, juga lantaran keterpurukan lantaran pandemi Covid-19 dan UMKM pada saat itu menjadi tulang punggung kita untuk menggantikan sektor pariwisata yang saat itu jumlah kunjungannya hampir tidak ada," katanya.
Sementara itu, Director General for Regional and National Development Sector WIPO, Hassan Kleib menjelaskan, selama 11 bulan pihaknya akan memberikan pelatihan terkait desain, branding, packaging, komersialisasi, hingga registering kolektif merek atau merek bersama bagi 25 pelaku parekraf di Bali.
Menparekraf, Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)
Ia juga menyebut, bahwa kepemilikan merek bersama ini akan mengubah pola dari penjualan produksi, sehingga nilai tambahnya semakin tinggi.
"Kami sudah meluncurkan di berbagai negara, dan hampir semuanya memiliki added value. Kalau produk harga jualnya meningkat, kalau jasa, pelayanan jasanya harganya semakin tinggi," ucap Hassan.
(Rizka Diputra)