PENEMBAKAN massal terjadi di Serbia, dari laporan medi lokal setempat, aksi penembakan ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan setidaknya 10 orang lainnya jadi korban luka-luka dalam penembakan di kota Mladenovac, selatan Beograd, Serbia tersebut.
Belajar dari kasus penembakan massal di atas, penting bagi kita untuk bisa tahu cara memberikan pertolongan pertama untuk korban luka tembak. Sebab, pendarahan adalah kekhawatiran terbesar setelah seseorang tertembak.
Jika peluru mengenai arteri, korban bisa meninggal karena kehabisan darah hanya dalam waktu lima menit. Mengetahui cara menghentikan pendarahan dari luka tembak, setidaknya sampai bantuan medis darurat tiba sangat bisa menyelamatkan nyawa seseorang.
Lantas seperti apa cara pertolongan pertama untuk korban luka tembak? Simak paparannya berikut ini, dilansir dari Everyday Health, Jumat (5/5/2023) yang sudah ditinjau secara medis oleh Jennifer Payne, MD
1. Pastikan situasi aman: Dokter Jeffrey Luk, MD, dari University Hospitals Cleveland Medical Center dan asisten profesor kedokteran darurat di Case Western University School of Medicine di Ohio mengatakan langkah pertama tanggap darurat adalah memastikan kondisi sudah aman, agar diri kita sendiri juga tetap aman.
Setelah memastikan kondisi sekitar dan diri Anda aman, minta orang lain untuk menghubungi rumah sakit atau ambulans untuk bantuan medis darurat. Sembari menunggu, jika memang ada cari healthy kit berisi kain kasa, sarung tangan, dan tourniquet. Jika tidak ada, tenang karena pertolongan pertama untuk korban masih tetap bisa diberikan.
2. Cari titik sumber pendarahan: Cari sampai ketemu di mana peluru benar-benar masuk ke dalam tubuh. Saat seseorang tertembak, darah mungkin menetes atau berceceran di beberapa area, kemungkinan ada luka masuk dan keluar jika peluru menembus seluruh tubuh. Sebelum merawat luka, harus mengidentifikasi terlebih dahulu dengan benar di mana orang tersebut ditembak dan apakah ada banyak luka.
3. Beri kompresi: Setelah luka atau titik sumber pendarahan ditemukan, singkirkan kotoran atau pakaian di luka, lalu tempelkan kain bersih atau kain kasa di atasnya dan berikan tekanan (kompresi) langsung yang stabil.
Ingat, perlu menekan lebih keras, pastikan ditekan cukup keras sehingga kulit membungkuk di bawah tangan. Teknik ini bertujuan untuk mengontrol pendarahan, cara efektif untuk memperlambat aliran darah dan membuat darah menggumpal, karena pembekuan darah bisa menyelamatkan nyawa korban.
“Jika Anda memberikan tekanan untuk menghentikan pendarahan, korban akan kehilangan darah lebih sedikit dan jadi punya peluang lebih tinggi untuk bertahan hidup,” kata dr. Jeffrey Luk, MD.
4. Pastikan posisi tubuh: Luka tembak bisa menghancurkan tulang,yang membutuhkan pembedahan, jadi sebisa mungkin jangan terlalu banyak menggerakkan tubuh korban. Supaya bisa menghentikan pendarahan pada luka tembak di lengan atau kaki, jika bisa posisikan korban orang berbaring di atas selimut untuk mengurangi hilangnya panas tubuh dan mempertahankan aliran darah ke otaknya.
5. Pasang Tourniquet: Pasang tourniquet (pengikat berbentuk pita atau tali elastis menghentikan perdarahan luar) dengan kencang. Mark Conroy, MD, dokter pengobatan darurat di Pusat Medis Wexner Universitas Negeri Ohio, menyebut Dia tourniquet ini harus dipasang ke lengan atau kaki korban, dengan posisi tinggi dan kencang sampai tidak bisa menyelipkan jari tangan di sela-sela bawahnya. Jika lukanya ada di tulang kering atau lengan bawah, pasang tourniquet di dekat selangkangan atau bahu anggota tubuh yang cedera.
6. Hindari pasang Tournique seadanya: Tournique bisa berguna untuk luka tembak di lengan dan kaki, dikatakan ahli bedah trauma, Sharon M. Henry, MD tapi kalau dibuat darurat dari benda-benda seperti ikat pinggang, dasi leher, atau pakaian robek bisa lebih berbahaya untuk korban.
“Anda bisa membahayakan korban kalau memakai tourniquet yang tidak efektif, dan berisiko bisa meningkatkan pendarahan,” kata dokter Sharon
Walau tak boleh mencoba membuat tourniquet sendiri, barang-barang umum seperti kantong plastik bisa berguna. Bisa dipakai sebagai pembatas antara tangan dan kain serta luka. Contoh lainnya, bisa memakai tampon untuk membungkus luka tembak yang lebih besar dengannya dan kemudian meletakkan kain bersih di atasnya sebelum diberikan kompresi.
(Rizky Pradita Ananda)