Namun, negara-negara itu tidak bisa memanfaatkan momentum limpahan turis China selama liburan May Day karena proses penerbitan visa yang memakan waktu.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China (MFA) mengungkapkan bahwa industri pariwisata di negara itu telah meraup 148 miliar yuan (sekitar Rp314,4 triliun) selama musim liburan May Day atau tumbuh 128,9 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya.
"Dengan berbagai hiruk-pikuk dalam perekonomian China, liburan May Day kali ini telah menjadi 'pekan emas'," kata juru bicara MFA Mao Ning di Beijing, Kamis 4 Mei 2023.
Pendapatan sebesar itu berasal dari 274 juta perjalanan wisata domestik yang meningkat sebesar 70,8 persen dibandingkan tahun lalu.
(Salman Mardira)