“Sejalan dengan hal tersebut dengan memastikan bahwa tidak ada satupun kelompok yang tertinggal dalam setiap tahapan pembangunan merupakan komitmen Indonesia, untuk mewujudkan agenda tujuan pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.
“Di mana tidak hanya perempuan atau laki laki saja yang perlu terlibat dalam setiap tahapan pembangunan, tetapi juga memastikan kesetaraan,” imbuhnya.
Bahkan, lanjut Gusti Ayu Bintang, sebuah studi menyebutkan bahwa Indonesia dapat meningkatkan produk domestik bruto sebesar 135 miliar USD per tahun pada tahun 2025 apabila partisipasi ekonomi pada perempuan ditingkatkan.
Ia memaparkan, kontribusi perempuan pada ekonomi keluarga juga turut menjadi kekuatan pada proses pengambilan keputusan dalam rumah tangganya, termasuk berbagi peran dengan suami dalam mendidik dan mengasuh anak secara adil.
“Bapak ibu hadirin yang berbahagia sebagaimana yang kita ketahui bersama, perempuan menempati hampir separuh dari total populasi Indonesia,” ungkapnya.
“Informasi yang besar ini tentunya menyimpan potensi yang besar. Oleh karenanya, peningkatan kualitas hidup perempuan perlu menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)