Namun, Nur Asiah berpesan pada para perempuan agar kembali lagi ke kodrat mereka, yakni menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anaknya.
Menurutnya, gender memang bukan menjadi pembatas mereka untuk berkarir, namun sebaliknya, bukan berarti mereka terlalu mengejar karir sampai melupakan prioritas utama mereka.
“Gimana caranya jadi ibu-ibu yang punya karir, ya silahkan dengan karirnya. Akan tetapi jangan lupa, jangan sampai melupakan tugas sebagai seorang ibu rumah tangga, tetap prioritas adalah suami, anak dan rumah tangga,” pungkasnya.
(Salman Mardira)