Tradisi potong jari ini biasanya hanya dilakukan oleh Mama atau perempuan paruh baya dari Suku Dani. Dengan melakukan tradisi ini, maka
diharapkan keluarga yang ditinggalkan akan segera melupakan kesedihan setelah ditinggal orang terdekat.
Namun yang lebih mengerikan lagi adalah seorang Mama biasanya tidak hanya kehilangan satu jari, melainkan hampir semua jarinya.
Hal ini karena dirinya bisa saja ditinggal oleh semua anggota keluarga mulai dari anak hingga suaminya.
Biasanya, alat yang digunakan untuk melakukan tradisi potong jari ini adalah kapak batu. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana sakitnya jika jari dipotong dengan menggunakan alat yang tumpul dan keras.
Itulah alasan suku Dani memotong jarinya.
(Salman Mardira)