SUKU Dani yang tinggal di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan punya tradisi sangat ekstrem yaitu memotong jari sebagai bentuk rasa duka jika ada anggota keluarganya meninggal dunia.
Suku Dani sangat setia dengan nilai-nilai tradisional sehingga sedikit sekali mengalami modernisasi. Mereka masih mempertahankan tradisi-tradisi leluhur mulai dari pakaian, rumah adat, gaya hidup hingga bahasa.
BACA JUGA:
Mengutip dari laman rapafm.pakpakbharatkab.go.id, salah satu tradisi yang masih dilestarikan suku Dani adalah potong jari saat ada orang terdekat atau keluarganya yang meninggal.
Warga suku Dani akan memutuskan langsung salah satu ruas jari mereka sebagai wujud rasa cinta dan kehilangan pada keluarga yang meninggal.
BACA JUGA:
Bagi Suku Dani, keluarga adalah segala-galanya dan merupakan dari pokok kehidupan. Oleh sebab itu, ditinggal orang terkasih akan menjadi sakit yang luar biasa bagi mereka sehingga masyarakat disana akan melakukan tradisi Iki Palek atau potong jari.
Bagi suku Dani, jari tangan melambangkan kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan diri manusia. Selain itu, hubungan antar jari di ibaratkan adalah sebuah keluarga sehingga apabila ada jari yang hilang, maka akan ada yang kurang dan tidak bisa melakukan apa-apa.