4. Suara serak: Suara serak bisa menjadi tanda dari banyak kondisi medis, termasuk kanker kerongkongan. Oleh karena itu, jangan remehka setiap perubahan suara yang dialami, karena sejatinya kondisi ini harus dianggap sebagai gejala yang mengkhawatirkan.
5. Batuk atau pneumonia berulang: Erosi tumor bisa menyebabkan hubungan antara kerongkongan dan saluran pernapasan (fistula trakea-esopageal), inilah yang bisa menyebabkan batuk terus-menerus atau pneumonia berulang.
Jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, dr. Monika Jain, Kepala Gastroenterologi & Hepatologi, Sri Balaji Action Medical Center, mengimbau untuk segera memeriksakan diri dan mendapatkan pertolongan medis.
Sehingga dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik, tes pencitraan, endoskopi GI bagian atas, hingga biopsi untuk mengetahui apakah memang menderita kanker kerongkongan atau tidak. Sebab, dengan deteksi dan pengobatan lebih dini, bisa meningkatkan peluang sembuh untuk pasien secara signifikan.
(Rizky Pradita Ananda)