SUHU panas yang tak biasa kini melanda Indonesia.Ini dibenarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ini terjadi karena disebabkan adanya dinamika atmosfer yang tidak biasa.
Selain itu, sedang terjadi gelombang panas di wilayah Asia. Lalu adanya, tren pemanasan global dan perubahan iklim. Kemudian, dominasi monsun Australia atau dengan kata lain Indonesia memasuki musim kemarau.
Penyebab terakhir, intensitas maksimum radiasi matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan.
"Suhu panas bulan April di wilayah Asia selatan secara klimatologis dipengaruhi oleh gerak semu matahari, lonjakan panas tahun 2023 terparah," ujar BMKG di Instagram.
Dengan kondisi ini, bisa memicu seseorang mengalami dehidrasi. Berikut gejalanya antara lain rasa haus yang ekstrim, kurang buang air kecil, urin berwarna gelap, kelelahan, pusing, dan kebingungan.
Melansir dari Cleveland Clinic menjelaskan dehidrasi memiliki tingkatan gejala yaitu,
1. Ringan
Kondisi seseorang hanya perlu mengambil lebih banyak cairan secara oral (melalui mulut). Seperti minum air, tetapi ganti cairan dengan minuman mengandung elektrolit, jika mengalami keringat berlebihan atau kehilangan cairan akibat muntah dan diare.
BACA JUGA:
2. Sedang
Gejala sedang dari dehidrasi ini, umumnya membutuhkan infus (hidrasi intravena). Anda akan mendapatkan perawatan darurat, ruang gawat darurat, atau di rumah sakit.
BACA JUGA: