Selain itu, penyajian nasi gandul juga tergolong unik, yakni disajikan dengan atas piring yang beralaskan daun pisang.
Dan untuk cara makannya, kita harus menggunakan daun pisang yang dipotong secara memanjang dan dilipat menjadi dua untuk menggantikan sendok yang bernama Suru.
Dilansir dari portal resmi Pemprov Jawa Tengah, nama nasi gandul ini berasal dari cara berjalannya. Dalam bahasa Jawa, kata 'gandul' memiliki arti menggantung.
Konon, pada zaman dahulu penjual nasi gandul ini menjajakan dagangannya dengan cara digantung pada pikulan.
Pada sisi pertama pikulan, akan menggantung sebuah kuali yang berisi kuah dari nasi gandul tersebut. Kemudian pada sisi sebaliknya, ada bakul nasi dan peralatan nasi gandul lainnya.
Saat dijajakan, kuali dan bakul akan bergerak naik turun. Oleh sebab itu, makanan ini kemudian disebut nasi gandul. Demikianlah alasan kenapa bisa disebut nasi gandul.
(Rizka Diputra)