Minum Mimosa Sebelum Terbang, Wanita Ini Diusir Pramugari dari Pesawat

Farid Maulana Faqih, Jurnalis
Minggu 23 April 2023 10:02 WIB
Koktail Mimosa (Foto: Foodfanatic.com)
Share :

SEORANG perempuan dikeluarkan dari pesawat Alaska Airlines oleh pramugari karena minum mimosa, koktail dari campuran champagne dan jus jeruk, sebelum terbang. Dia sangat marah dan melampiaskan protes di media sosial.

Dalam akun TikTok Kandace H, wanita mengaku tak menerima sikap petugas maskapai yang mengusirnya dan ia sangat malu atas kejadian tersebut.

Dalam rekaman video, penumpang itu menuding bahwa dia telah diusir dari penerbangan menuju Las Vegas, Amerika Serikat, meskipun dia tidak dalam keadaan mabuk.

 BACA JUGA:

Kandace menyatakan bahwa dia hanya minum satu setengah gelas minuman beralkohol mimosa di bar bandara Portland, Oregon, Amerika Serikat sebelum naik pesawat Alaska Airlines.

"Dalam keadaan ini sama sekali tidak bisa diterima! Saya sangat kesal!" begitu dia menulis dalam deskripsi video tersebut seperti dikutip dari Mirror, Minggu (23/4/2023).

 

"Dorongan pramugari pada penerbangan 714 dari Portland ke Vegas harus diakhiri! Saya diperdaya secara terang-terangan dan diusir dari pesawat... Staff Anda sungguh memalukan!"

Dalam rekaman video tersebut, Kandace mengaku dirinya dipaksa keluar dari pesawat saat jelang lepas landas.

 BACA JUGA:

Ketika seorang wanita mendekatinya dan meminta maaf, Kandace mengira bahwa dia akan diminta untuk meletakkan tas ransel di bawah kursi. Namun, pramugari itu malah meminta Kandace untuk turun dari pesawat.

"Saya bertanya kepadanya sekitar empat kali: 'Apakah Anda bercanda?" katanya.

 

Menurut Kandace, dia pergi ke toilet pesawat untuk menelepon temannya. Dia mengklaim bahwa pramugari bertanya beberapa kali apakah dia baik-baik saja.

Kandace juga mengklaim bahwa dia hanya meminum satu setengah gelas mimosa di bar bandara, dan tidak menghabiskan gelas kedua karena harus segera menuju pintu gerbang.

Kandace mengatakan bahwa dia "ditarik keluar dari pesawat" sebelum dituduh "tidak jelas berbicara" dan berbisik, "Saya mabuk, sstt." Dia menyangkal tuduhan terakhir tersebut.

Kandace mengungkapkan bahwa dia harus menunggu selama empat setengah jam untuk bisa mendapatkan penerbangan pulang pada hari itu.

Dia juga mengatakan bahwa di Inggris, menjadi mabuk di pesawat dapat dianggap sebagai tindak pidana.

Selain itu, aturan yang melarang penumpang untuk meminum alkohol sendiri di pesawat, bahkan yang dibeli di tempat bebas bea, juga diberlakukan. Keputusan untuk menolak melayani penumpang tergantung pada anggota awak kabin.

 

Menurut Civil Aviation Authority, hukuman untuk gangguan bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya, dan dapat dikenakan denda maksimum Rp 93 juta dan hukuman penjara selama dua tahun jika terbukti mabuk di pesawat.

Jika tindakan tersebut membahayakan keselamatan pesawat, maka hukuman penjara bisa mencapai lima tahun.

Selain itu, penumpang yang mengganggu dapat diminta untuk membayar biaya pengalihan penerbangan, yang bisa mencapai antara Rp 186 juta hingga Rp 1,4 miliar tergantung pada ukuran pesawat dan tujuan pengalihan.

Menurut juru bicara Alaska Airlines, keselamatan merupakan prioritas utama mereka dan mereka memberdayakan kru mereka untuk membuat keputusan yang dapat menjamin keselamatan semua orang di dalam pesawat.

Bagian dari menjaga keamanan penerbangan adalah memastikan bahwa semua penumpang yang naik pesawat memenuhi syarat. Salah satu penumpang menunjukkan perilaku yang membuat khawatir selama proses pra-boarding, sehingga diminta untuk turun dari pesawat untuk masalah keselamatan.

Setelah kekhawatiran mereka teratasi, Alaska Airlines memesankan penumpang tersebut pada penerbangan berikutnya ke tujuan yang diinginkannya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya