SALAH satu kebiasaan saat Lebaran adalah memberikan hampers atau parsel. Banya masyarakat menilai parsel Ramadhan sebagai hal penting.
Survei yang dilakukan oleh Jakpat mencatat, empat dari lima responden memandang parsel sebagai bentuk silaturahmi, terutama Gen Z. Survei tersebut, melibatkan sebanyak 1.371 responden muslim dari berbagai wilayah di Indonesia guna mengetahui kebiasaan mereka terkait makan dan bermedia sosial saat bulan Ramadhan.
Kepala Penelitian Jakpat Aska Primardi menjelaskan, untuk Gen X (56 persen) dan milenial (49 persen) cenderung melihat parsel Ramadhan sebagai bentuk perhatian mereka pada orang-orang.
Sebanyak empat dari lima responden ingin memberikan parsel Ramadhan tahun ini. Sejumlah 63 persen berencana memberikan pada kurang dari 10 orang dengan target terbanyak adalah keluarga dan teman-teman.
Lalu, sebanyak 63 persen dari responden berniat memesan parsel Ramadhan secara daring, tetapi, mereka ingin memberikannya secara langsung (70 persen).
Tipe barang yang populer sebagai isi parsel yakni sembako serta makanan dan minuman dengan presentase masing-masing sekira 60 persen. Soal anggaran, hampir 45 persen responden mengalokasikan Rp100.000 hingga Rp200.000 untuk tiap parsel Ramadhan.
Berkaca dari temuan itu, Aska mengatakan terjadi penurunan daya beli masyarakat. Menurut dia, survei Jakpat pada tahun 2022 menunjukkan mayoritas masyarakat memilih memberikan kue-kue kering sebagai hamper Lebaran.
Sementara tahun ini, mayoritas masyarakat memilih memberikan sembako sebagai hamper. "Jadi sepertinya dalam situasi perekonomian sekarang, masyakarat kembali fokus memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu,” kata Aska.
(Martin Bagya Kertiyasa)