Pengembangan destinasi yang dimaksud dilaksanakan tanpa terpaku pada batasan-batasan kepentingan, yang terangkum dalam suatu bingkai kerja yang menjadi alat dalam manajemen destinasi, di antaranya manajemen destinasi (management destination), tata kelola destinasi (destination governance), dan kepemimpinan (leadership) untuk meningkatkan reputasi destinasi.
Frans menilai, pentingnya manajemen pembangunan pariwisata sejak awal harus ditata agar lingkungan sekitar destinasi wisata tidak rusak, termasuk dampak sosial yang ditimbulkan.
“Pariwisata adalah urusan semua orang, kita tidak bisa lagi sendirian. Harus bersinergi bersama dengan berbagai pihak,” ujar Frans.
(Rizka Diputra)