TRADISI di sebuah pulau di Samudera Pasifik ini bisa dibilang unik dan nyeleneh. Ya, di pulau itu, anak-anak diharuskan melihat orangtuanya berhubungan intim. Hubungan intim merupakan kebutuhan biologis bagi setiap manusia.
Meski demikian, hubungan laiknya suami-istri itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika dalam ajaran budaya Timur, hubungan seks sebaiknya dilakukan setelah menikah dan dilakukan di tempat tertutup dari orang lain.
Lain halnya dengan kebudayaan di Pulau Marquesas. Di pulau itu, berhubungan badan antara suami istri rupanya harus disaksikan anak-anak mereka loh!
Budaya Pulau Marquesas
Melansir laman Orissapost, Pulau Marquesas diberkahi dengan keindahan alam yang memukau siapa saja yang melihatnya. Tak hanya itu, pulau ini rupanya menyimpan kebudayaan yang cukup tabu bagi budaya lain bahkan kerap ditentang oleh dunia luar.
Kebudayaan yang dimaksud adalah hubungan seks yang dianggap penting. Bahkan hubungan seks dikaitkan dengan kesejahteraan anak-anak mereka.
Hal ini menyebabkan semua anak dalam suatu keluarga wajib hadir ketika orang tua mereka tengah melakukan hubungan seks.
Anak-anak akan diminta duduk dengan nyaman dan tenang sembari memerhatikan adegan orangtuanya. Mereka bahkan dilarang memalingkan mata dan wajib mencatat semua yang mereka lihat. Mulai dari gerakan tubuh, suara, hingga posisi berhubungan.
Masyarakat Pulau Marquesas melakukan hal ini agar anak-anak mereka bisa belajar menyenangkan pasangan ketika mereka dewasa nanti.
Meski terdengar aneh, namun masyarakat Pulau Marquesas tetap menjunjung tinggi kebudayaan mereka dan beranggapan lebih baik anak-anak mereka diajari sendiri daripada belajar dari orang lain.