PADA akhir pekan ini umat nasrani akan merayakan rangkaian masa raya paskah, mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung hingga Paskah. Dari rangkaian perayaan tersebut, salah satu momen yang paling dikenal adalah Jumat Agung.
Pasalnya, Jumat Agung merupakan peristiwa di mana Yesus ditangkap oleh kaum Farisi dan diadili, dianiaya, lalu disalib, hingga wafat di kayu salib. Peristiwa tersebut diyakini sebagai penebusan Yesus akan dosa umat manusia. Ini pun merupakan rangkaian paskah yang pertama kalinya semenjak status pandemi dicabut oleh pemerintah.
"Paskah tahun ini merupakan yang perdana setelah masa pandemi global yang relatif telah berakhir. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Allah yang oleh karena kemurahan-Nya telah menolong kita melewati masa mencekam tersebut," tulis PGI seperti dilansir dari situsnya.
Kembali pada pada Jumat Agung, dimana umat Kristiani mengingat hari di mana Yesus rela menderita dan mati dengan penyaliban sebagai pengorbanan terakhir untuk dosa-dosa manusia. Perayaan Jumat Agung memang berbeda Kamis Putih maupun Minggu Paskah.
Salah satu yang paling berbeda adalah minimnya rasa sukacita dalam beribadah. Adalah hal yang normal, ketika orang akan merasa senang ketika beribadah. Hanya saja, penggambaran sengsara dan wafatnya Yesus membuat suasana ibadah diliputi keheningan.