Menjelajahi Negeri di Atas Air, Melihat Kerbau Mandi di Lautan Tak Berujung

Antara, Jurnalis
Jum'at 24 Maret 2023 07:00 WIB
Kerbau rawa saat turun ke rawa untuk cari makan. (Foto: ANTARA)
Share :

BUKAN sebuah hayalan atau cerita fiksi jika Kalimantan Selatan mendapat julukan “negeri di atas air”. Sebab, daerah yang juga dikenal sebagai "Provinsi Seribu Sungai" ini, permukiman warganya konon dulu berawal di sungai sebelum pindah ke darat. Sebanyak 170 sungai mengalir di daerah ini.

Dari kondisi geografisnya tersebut, ada sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, yakni Kecamatan Paminggir, terdapat habitat kerbau rawa endemik Asia Tenggara. Sejauh mata memandang, terbentang rawa yang menjadi tempat berkembangbiaknya kerbau endemik tersebut.

Wilayah endemik kerbau rawa itu kini kembali dihidupkan dan dikembangkan menjadi destinasi wisata. Media Trip Bararawa-Sapala bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan, pada 15-16 Maret 2023, mencoba menyusuri daerah tersebut.

 BACA JUGA:

Perjalanan diawali dari Bandara Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, menuju Pelabuhan Danau Panggang di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang berjarak 160 kilometer.

Setiba di pelabuhan ini, wisatawan harus menggunakan perahu motor atau speed boat untuk menuju obyek wisata kerbau rawa. Tarif moda transportasi air ini memiliki ragam pilihan. Untuk perahu motor berkapasitas 15 orang sebesar Rp1,5 juta (pulang-pergi). Kapasitas muatan barang besar.

 

Namun, apabila wisatawan yang datang perorangan bisa menggunakan taksi air dengan tarif Rp30 ribu sekali berangkat. Sedangkan speed boat berkapasitas 13 orang dengan tarif Rp1,8 juta (pulang-pergi).

Setelah naik transportasi ini, sepanjang perjalanan selama 1,5 jam, wisatawan disuguhi panorama beraneka bunga liar berwarna warni yang tumbuh di atas air hingga ke desa tujuan sebelum ke penginapan.

 BACA JUGA:

Penginapan yang merupakan rumah-rumah warga, dibanderol dengan tarif yang variatif. Misalnya, untuk kelompok dikenakan tarif Rp1,5 juta dan mendapatkan makan 3-4 kali per hari. Sedangkan tarif penginapan perorangan dipatok Rp50 ribu/hari, tidak termasuk makan. Di sekitar penginapan tersedia warung-warung yang menjual beraneka makanan khas daerah.

Tarif transportasi ke Desa Sapala terbilang cukup murah untuk bisa menikmati panorama ekosistem rawa dan budaya masyarakatnya. Harga sewa perahu motor kapasitas 20 orang hanya dipatok Rp600/hari, sedangkan perahu motor kapasitas 3-5 orang tarifnya Rp200/hari.

 

Setelah beristirahat di desa atas air ini, wisatawan diajak anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk menyusuri rawa sekaligus melihat langsung kearifan lokal masyarakat setempat dalam beternak atau memelihara kerbau rawa.

Sepanjang perjalanan wisatawan bisa melihat aktivitas masyarakat lokal yang hidup di ekosistem rawa, seperti hilir-mudik kapal mengangkut ikan, kapal mengangkut sembilan bahan pokok atau yang lainnya. Selain itu, ada pula kapal pengangkut besi bekas atau rongsokan, pencari ikan, warung terapung hingga kapal yang digunakan bertransaksi di pengisian bahan bakar minyak terapung

Jika beruntung, akan terlihat hewan hewan endemik rawa seperti burung hingga bekantan sehingga menambah cerita perjalanan wisatawan selama berkunjung ke "negeri di atas air" ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya