Berdasarkan kemunculannya, Ogoh-Ogoh sendiri merupakan sebuah bentuk simbolisasi, melambangkan energi negatif Bhuta Kala dengan perwujudan yang menakutkan untuk dihancurkan dengan air atau api.
Ogoh-Ogoh sendiri tidak berkaitan langsung dengan Hari Raya Nyepi. Namun, Ogoh-Ogoh tetap bisa diciptakan untuk melengkapi kemeriahan upacara. Terkadang, Ogoh-Ogoh juga dijadikan satu rangkaian dengan acara Ngerupukan, yaitu masyarakat mengelilingi desa dengan membawa obor.
Pelaksanaan Ogoh-Ogoh
Sebelum dimulainya rangkaian acara Ogoh-Ogoh, para peserta yang mengikuti arak-arakan biasanya melakukan minum-minuman tradisional Bali, yaitu arak Bali.
Setelah itu dilanjutkan dengan mengarak Ogoh-Ogoh mengelilingi jalan-jalan desa dan mengitari Catus Pata sebagai simbol sacral menuju pergantian Tahun Baru Saka. Setelah proses tersebut selesai, Ogoh-Ogoh dipralina atau dibunuh dengan cara dibakar api.
(Salman Mardira)