Pulau Penyengat, kata dia, juga pernah menjadi pusat literasi sastra Melayu yang terkenal pada abad 19 hingga awal abad 20.
Karena menjadi pusat literasi itulah, Belanda melihat Pulau Penyengat sangat potensial pada bidang bahasa.
"Kemudian menjadikan bahasa Melayu Riau sebagai sumber bahasa yang akan digunakan di sekolah-sekolah yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia," pungkasnya.
(Rizka Diputra)