Pada kesempatan yang sama, dr. Erni mengingatkan masyarakat bahwa gejala darah tinggi itu tidak ada kaitannya dengan demam. Sehingga sebaiknya, kalau memang sudah mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.
Lantas, apakah gejala yang sama juga berlaku pada orang lanjut usia (lansia)? Nah, khusus pada kelompok lansia, harus dilihat terlebih dahulu kondisi kesehatan yang menyertainya. Apakah ada lansia komorbid seperti diabetes atau jantung, jika iya maka gejala yang muncul tentu akan berbeda.
"Tapi intinya, kalau pada lansia jangan dianggap sepele tensi di atas 120/80. Sebab, pada beberapa kasus tensi yang tinggi pada lansia itu bisa berisiko pecah pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke," imbau dr. Erni
Ia menegaskan, jangan dianggap jadi sesuatu yang wajar jika kadar tensi lansia sudah di atas 120/80, karena itu berisiko sebabkan masalah kesehatan.
(Vivin Lizetha)