Kisah Pilu Wanita Meninggal Pasca-Janin Bersarang di Perut Selama 9 Tahun

Vivin Lizetha, Jurnalis
Selasa 14 Maret 2023 13:36 WIB
Wanita meninggal usai bawa janin selama 9 tahun di perutnya. (foto: Metro)
Share :

SEBUAH kasus langka kembali terjadi di Amerika Serikat. Seorang wanita asal Kongo meninggal karena kekurangan gizi akut.

Gizi buruk yang terjadi pada wanita 50 tahun itu bukan hal biasa. Karena dalam perutnya bersarang jasad bayi yang sudah ia bawa selama sembilan tahun lamanya.

Diketahui wanita itu adalah seorang pengungsi dan baru berada di Amerika selama 14 bulan. Ia kemudian mengunjungi dokter di New York dengan keluhan kram perut, gangguan pencernaan dan suara gemericik setelah makan.

 BACA JUGA:

Dokter tersebut lalu memindai perut wanita tersebut. Mengejutkan, terdapat "bayi batu" yang bersarang dalam ususnya wanita malang itu. Ini yang membuatnya menderita obstruksi usus yang parah hingga mengalami malnutrisi.

 

Dikutip dari Metro, Selasa (14/3/2023), ditemukan fakta bahwa janin itu adalah bayi si wanita yang sempat keguguran sembilan tahun lalu. Fenomena ini cukup langka dan disebut sebagai lithopedion.

Hanya ada 290 kejadian yang terjadi sejak penemuan kasus pertamanya di tahun 1582. Kondisi ini terjadi ketika janin lebih memilih berkembang di perut daripada di rahim.

 BACA JUGA:

Ini yang membuatnya mengalami pengapuran dan berubah menjadi "bayi batu." "Bayi batu" tak akan bertahan lama dan meninggal dalam perut.

Kemudian ia akan menekan organ utama dan membuat sang ibu kesulitan menyerap nutrisi. Lambat laun janin itu menyumbat usus dan tak mampu menyerap nutrisi penting hingga menyebabkan kelaparan dan malnutrisi.

Yang lebih menyedihkannya lagi, wanita 50 tahun itu, selalu menolak untuk diberi pengobatan. Ia lebih memilih percaya bahwa seseorang telah memantrainya dan memberikan ilmu sihir hingga dirinya jatuh sakit.

Dikutip dari Metro, Dr Waseem Sous, ahli penyakit dalam di SUNY Upstate Medical University menyebut, pasien menolak tindakan medis karena takut operasi dan memilih untuk pemantauan gejala.

Fakta di balik menetapnya janin dalam perut wanita Kongo itu juga tak kalah menyedihkan. Wanita itu diketahui selalu hidup berpindah-pindah. Dari Kongo ke Burundi, lalu ke Tanzania, dan akhirnya ke Amerika.

Sebelumnya di Tanzania, ia memiliki 8 orang anak, tiga di antaranya meninggal tak lama setelah dilahirkan. Di kehamilannya yang ke-9, ternyata janinnya meninggal dalam perut.

Petugas medis menyarankan untuk mencoba mengeluarkannya secara alami di rumah. Jika tak berhasil, bisa kembali lagi ke rumah sakit dalam dua minggu.

Karena percobaannya mengeluarkan janin tak berhasil, ia akhirnya kembali ke rumah sakit tersebut. Namun yang wanita itu dapat adalah cercaan dari orang-orang yang menuduhnya membunuh bayi tersebut.

Ini membuatnya yakin untuk tak kembali ke klinik dan terus membawa jasad bayinya selama 9 tahun. Hingga wanita itu meninggal dengan janin di perutnya yang mengantarkannya pada kematian.

(Vivin Lizetha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya