KUDUS merupakan sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Kudus memiliki beragam julukan di antaranya, Kudus Kota Semarak, Kota Kretek, Kota Santri, Jerusalem Van Java, dan kini, julukan baru untuk Kudus bernama Kudus Kota Empat Negeri.
Lantas, kenapa Kudus disebut sebagai kota empat negeri? dan dari mana julukan tersebut berasal?
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membuat brand city baru berupa 'Kudus Kota Empat Negeri' dari yang sebelumnya 'The Taste of Java'.
Hal ini bertujuan untuk membuat imej dengan mengakomodasi berbagai jenis budaya yang telah ada sehingga tercipta harmonisasi, dan diharapkan mampu menarik minat wisatawan.
Tidak hanya itu, ini juga sebagai upaya mempromosikan berbagai potensi daerah setempat ke berbagai wilayah di Tanah Air. Kota Kudus yang awalnya memiliki slogan "The Taste of Java", tidak sembarangan mengusulkan slogan baru tersebut dikarenakan adanya nilai historis yang melekat pada tagline tersebut.
Melansir laman ANTARA, ini Pemkab Kudus bekerja sama dengan berbagai pihak, Bupati Kudus Hartopo menggelar focus group discussion (FGD) di aula perpustakaan IAIN Kudus, dan mengatakan pengusulan slogan baru tersebut bertujuan untuk membuat identitas Kota Kudus yang lebih berkarakter sebagai sebuah kota, yang nantinya layak dipromosikan ke berbagai daerah, termasuk ke berbagai negara.
Bahkan, sederet perdebatan dan riset pun dilakukan untuk memastikan apakah tagline tersebut benar cocok dengan kabupaten yang lebih dulu dikenal dengan julukan Kota Kretek ini.
Mereka adalah Abdul Jalil, Umar Ali, dan Agus Susanto. Ketiganya merupakan para praktisi dengan berbagai latar belakang bidang keilmuan yang ditugasi Bupati Kudus HM Hartopo untuk menyusun dan menjalankan city branding untuk Kudus.
Setelah dikaji mendalam, Jalil mengatakan ‘negeri’ di sini bukanlah sebuah negeri atau negara, melainkan sebuah peradaban masyarakat. Satu persatu peradaban yang pernah ada di Kudus pun dikuak.
Yang paling awal ditemui adalah peradaban Jawa dengan segala jenis kebudayaan dan bahasanya yang masih melekat hingga kini.