Selain itu, bisa juga untuk ASD (Atrial Septal Defect), yakni kondisi ketika ada lubang di serambi jantung yang mengakibatkan aliran darah ajdi tidak normal. Ini kemudian ditutup dengan device ASO (Amplatzer Septal Occluder).
Dokter Radityo menjelaskan, tindakan intervensi kateter tersebut bisa dilakukan memakai metode zero fluoroscopy alias non-radiasi, yang menjadikan prosedur seperti ini dinilai lebih aman. Selain itu, prosedur ini menggunakan bantuan imaging murni dari ekokardiografi.
BACA JUGA:Duh! 80.000 Bayi di Indonesia Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan
BACA JUGA:Ilmuwan Sukses Ciptakan Jantung Buatan dengan Printer 3D, Masa Depan Bedah Penggantian Katup?
"Terapi dengan radiasi itu bisa menimbulkan efek jangka panjang untuk pasien, dokter dan tim laboratorium kateterisasi. Tapi, pada tata laksana zero fluoroscopy, karena tidak melibatkan radiasi, itu dinilai lebih aman," tutur dr. Radityo
Sebagai informasi, intervensi non bedah pada PJB memakai kateter, dijelaskan juga mempunyai beberapa keuntungan lainnya. Tidak hanya bisa mencegah efek samping jangka panjang dari paparan radiasi, tapi juga risiko atau komplikasi yang relatif lebih rendah, masa rawat di rumah sakit dan waktu pemulihan yang lebih pendek, pembiayaan lebih murah, hingga waktu pengerjaan tindakan yang juga lebih singkat.
(Rizky Pradita Ananda)