Merujuk pada penjelasan dr. Radityo, gejalanya sendiri bisa berupa warna kulit (kaki, tangan, bibir) kebiruan, sesak napas, bobot tubuh anak sulit naik, infeksi batuk demam yang berulang, hingga susah menyusui atau menyusui terputus-putus
Lantas apakah PJB pada bayi ini bisa diatasi? Menurut dr Radityo yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), PJB bisa diatasi, dan peluang untuk sembuhnya tinggi pada pasien yang terdiagnosis lebih awal.
BACA JUGA:Ilmuwan Sukses Ciptakan Jantung Buatan dengan Printer 3D, Masa Depan Bedah Penggantian Katup?
BACA JUGA:Empeng untuk Bayi Bantu Kurangi Risiko Sindrom Kematian Mendadak?
Dengan kata lain, anak dengan PJB bisa hidup normal selayaknya anak lain jika penyakit ini tertangani dengan baik dan tepat waktu. Bahkan penanganan PJB yang tepat, bisa meningkatkan 3 kali usia harapan hidup pasien.
"Bisa ditangani, terlebih saat ini teknologi semakin maju, memungkinkan terapi pengobatan lebih maksimal. Jadi, anak dengan PJB bisa hidup normal, jika ditangani dengan komprehensif. Sehyingga anak-anak PJB tetap bisa punya harapan hidup yang baik," pungkas dr. Radityo
(Rizky Pradita Ananda)